Wednesday, 29 June 2016

Kehidupan Penyandang Disabilitas di Calgary

BAGAIMANA Calgary, Kanada, memperlakukan penyandang disabilitas merupakan hal yang sangat menarik bagi saya. Mereka tidak lagi dianggap sebagai warga kelas dua, melainkan setara dengan warga Calgary lainnya.

Pemerintah Calgary sangatlah menjunjung tinggi kesetaraan bagi penyandang disabilitas, sehingga banyak program yang didesain khusus untuk memfasilitasi mereka berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Pemerintah menyediakan: transportasi publik, sarana pendidikan, dan pusat rekreasi ramah penyandang disabilitas.

Kota Calgary yang dipimpin Naheed Nenshi, wali kota muslim pertama di Kanada, memiliki transportasi bus yang dilengkapi dengan lantai penyambung yang bisa dilipat. Ini memudahkan kursi roda melewati pintu bus. Kursi prioritas pun disediakan bagi penyandang disabilitas, sehingga mereka tidak sulit mencari bangku. Masyarakat Calgary pun sudah teredukasi dan tidak lagi merendahkan penyandang disabilitas.

Saya pernah mendapatkan seminar tentang penyandang disabilitas. Saya belajar bahwa seseorang menjadi disabilitas bukan karena kondisi fisiknya, melainkan sikap masyarakat dan lingkungan yang tidak mendukung. Pernah suatu hari ketika saya berada di dalam bus dalam perjalanan ke kampus. Seorang remaja bangun ketika seorang penyandang disabilitas menaiki bus. Sikap hormat dan santun remaja tersebut menjadikan si penyandang disabilitas tak lagi minder dengan kekurangannya.
Sekolah dan kampus juga menerima penyandang disabilitas. Mereka dianggap mampu mengikuti proses belajar-mengajar seperti murid-murid lainnya. Gedung kampus pun telah didesain khusus untuk memudahkan penyandang disabilitas berlalu-lalang.

Salah seorang mahasiswi pengguna kursi roda di kampus saya dengan mudahnya melewati jalan utama kampus tanpa takut bertabrakan dengan mahasiswa lainnya. Begitu pula dengan kamar mandi kampus juga dilengkapi dengan fasilitasi toilet khusus penyandang disabilitas dengan ruangan yang lebih besar. Kampus saya juga menyediakan accessible disabled parking zone, yaitu parkir seluas delapan meter khusus penyandang disabilitas. Mereka harus menyertakan surat keterangan cacat ketika mendaftar.

Mahasiswa-mahasiswi penyandang disabilitas juga tergolong aktif di kampus. Sebagian dari mereka bahkan menghabiskan waktunya dengan berolahraga di recreational centre. Suatu ketika saya sedang berolahraga mengunakan treadmill, di samping saya ada seorang mahasiswa dengan antusiasnya mengayuh sepeda statis. Sepintas tidak ada yang berbeda dengan kondisi fisiknya, akan tetapi setelah saya perhatikan lagi, ternyata dia penyandang disabilitas. Peralatan kayuh sepeda tersebut memang didesain khusus untuk para penyandang disabilitas.

Saya belajar banyak dari para penyandang disabilitas. Mereka memiliki mental-mental pejuang. Kekurangan fisik tidak menjadikan mereka terpuruk. Dengan dukungan penuh oleh Pemerintah Kota Calgary, menjadikan penyandang disabilitas mampu berintergrasi layaknya masyarakat Calgary pada umumnya. Semoga kita bisa belajar banyak dari penyandang disabilitas dan tidak lagi menjadikan keterbatasan fisik sebagai penghambat dalam berkarya.



Monday, 27 June 2016

Suasana Ramadhan di kota Calgary

Angin lembut musim semi terasa hangat di pipi. Dengan balutan coat dan scarf untuk menahan angin musim semi, saya bergegas masuk ke ruang kelas. Mahasiswa-mahasiswi sedang asyiknya bercerita tentang banyak hal, mulai dari tugas kampus, pekerjaan sampai liburan musim panas. Saya duduk di deretan kedua dekat dengan jendela. Tak lama kemudian, teman kuliah saya yang baru saja tiba, langsung memeluk dan mengucapkan, “Happy Ramadhan”. Saya kaget dengan pernyataan nya karena tidak banyak non-muslim yang tahu akan hal ini. Saya mengucapkan terimakasih kepadanya dan menambahkan kalau tahun ini umat muslim berpuasa selama 19 jam di kota Calgary. Ia pun terkejut dan mengatakan, setidaknya saya masih bisa minum. Saya tambah kaget dan langsung menjelaskan padanya bahwa umat muslim diwajibkan tidak makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Saya menambahkan kalau umat muslim Calgary berpuasa sejak pukul 3:41 pagi, sampai pukul 9:54 malam. Ia tersenyum sambil memberikan semangat. “I’m sure you can do it,” tambahnya.

Calgary yang di pimpin oleh Naheed Nenshid, walikota muslim pertama di Amerika, memiliki jumlah populasi 1,230,915 jiwa dengan muslim sebagai minoritas. Tentu saja, berpuasa selama 19 jam di negara mayoritas non-muslim tidak terlepas dari tantangan. Di kampus misalnya, mini cafe tetap terbuka saat jadwal makan siang tiba. Untuk menghindari godaan tersebut, saya menghabiskan waktu di perpustakaan menjelang makan siang. Berpuasa 19 jam juga sangat rentan dengan dehidrasi. Oleh sebab itu, penting sekali untuk memperbanyak asupan cairan di malam hari sebelum menjalani ibadah puasa. Menjalani ibadah Tarawih pun tidak terlepas lepas dari tantangan. Salat Tarawih di lakukan sebanyak 8 rakaat dengan witir 3 rakaat. Ceramah di lakukan di pertengahan 4 rakaat tarawih dan di persingkat untuk menghemat waktu karna banyak para jamaah yang harus bekerja keesokan hari nya. Setelah salat Tarawih, saya dan suami tiba di rumah pukul 01:00 malam. Kami memutuskan untuk tidak tidur lagi sembari mempersiapkan menu sahur.

Menjalankan ibadah puasa di kota Calgary juga memberikan saya pengalaman unik dan menarik. Ketika saya dan suami berada di C-Train atau sejenis MRT di Indonesia, seorang ibu paruh baya melirik-lirik ke arah kami dan kami pun tersenyum. Ia menebak kalau kami sedang berpuasa dan langsung meminta maaf karna sedang makan jeruk di hadapan kami. Kami pun tertawa dan mengatakan tidak masalah karena kami sudah terbiasa. Pengalaman menarik lainnya yaitu ketika salat di mesjid Akram Juma. Mesjid Akram Jomaa terletak tidak jauh dari tempat tinggal kami dan hanya memakan waktu selama 20 menit untuk tiba di lokasi. Suasana mesjid sangatlah menyengankan. Ketika memasuki pintu sudah disediakan air putih dan buah kurma gratis. Bagi orang tua yang membawa anak-anak dipersilahkan berdiri disebelah orang tuanya. Alternative lain bagi yang membawa anak-anak, pengelola mesjid juga menyediakan ruangan baby sister sehingga mesjid menjadi lebih tenang. Bagi orang tua dan penyandang disabilitas, mesjid Akram Jooma juga menyediakan kursi di shaf paling belakang, memudahkan mereka untuk beribadah. Mesjid ini juga dilengkapi dengan mesin debit ATM, memudahkan para dermawan bersedekah.

Selain tantangan dan pengalaman menarik, berpuasa selama 19 jam juga memberikan hikmah tersendiri bagi saya. Saya lebih mudah beraktifitas karena badan terasa lebih fit dan ringan. Alhamdulillah suhu kota Kalgary pun tidak terlalu panas karena Ramadhan tahun ini jatuh di musim semi. Suhu berkisar antara 14-24 derajat Celcius, memudahkan umat muslim kota Kalgary berpuasa selama 19 jam. Hikmah lainnya yang saya rasakan yaitu ketika menjelaskan pada teman-teman non-muslim tentang hakikat dan makna berpuasa. Mereka mendengarkan nya dengan sangat antusias, sama sekali tidak ada sikap bermusuhan atau islamophobia. Hal ini memotivasi saya untuk mempelajari islam lebih dalam lagi. Dan terakhir, kebersamaan dan kekompakan umat muslim di kota Kalgary membuat saya lebih bersemangat dalam menjalani ibadah puasa 19 jam tahun ini.



Thursday, 31 December 2015

Welcome 2016

Saya sudah lama tidak menulis, mungkin hampir setahun bahkan. Jari-jemari saya sudah mulai terasa kaku. Tidak banyak yang berubah dari kehidupan saya. Saya masih saja di sibukkan dengan kegiatan-kegiatan lama. Beberapa resolusi di tahun-tahun sebelumnya sudah terealisasi, dan ada beberapa yang juga belum. Harapan terbesar saya di tahun 2016 yaitu bisa terus memperbaiki diri.

Saya baru sadar kalau saya tidak menulis apa-apa di tahun 2015. Bahkan saya seperti vakum dari blog selama setahun. Entahlah, mungkin saya butuh berbenah sementara. Mencoba menata hati, menyusun kepingan puzzle kehidupan saya. Mencoba mencari arti dari setiap yang terjadi. Melankolis memang, haha. Tapi yang pasti, saya baik-baik saja.

Welcome 2016. Tidak ada keinginan yang muluk-muluk kali ini, hanya ingin terus menulis :)








Wednesday, 9 December 2015

Longing

“Many days I feel like a shining little red apple —one of the top ones in a barrel. Everyday you come by and choose one, but never me. Your hand comes close, sometimes you even lift me up, but always you choose another. I’ve got a little worm growing inside me, and each day I become less attractive. I long for the day that you choose me!”


Sunday, 22 June 2014

Fun Time with Orphans

Para finalis World Muslimah spend time bersama adik-adik di panti asuhan Ciater. Kami bersenda gurau dan bermain bersama. It was so much fun! Adik-adik ini pulalah yang nanti nya akan menjadi juri kehormatan di malam final World Muslimah 2013.





Tea Walk - Healthy Living Concept

Akhirnya nyampe juga di Ciater, Subang! Wuiih pemandangan nya indah banget! Pas nyampe disana udah malam. Perjalanan nya cukup melelahkan, bayangkan dari Jakarta-Bandung! Tapi Alhamdulillah saya sangat menikmati nya. I can't wait for what's gonna happen tomorrow! :D

Setelah tahajud, aktifitas berikutnya pun mengiringi. Di mulai dengan senam pagi yang kemudian di lanjutkan dengan tea-walk ke perkebunan teh. Ini merupakan pengalaman pertama saya berada di perkebunan teh. Rasa nya alhamdulillah sekali, tidak henti nya saya mengucap syukur pada ALLAH SWT yang telah memberikan saya kesempatan ini.

Para finalis sedang di edukasi tentang beragam jenis teh dan manfaat nya.




Kami sedang di ajarkan bagaimana cara memetik daun teh secara baik dan benar.
















Quran

( 3:30-5:30 ) Tahajud, Al Qur’an Placement Test & Tausyiah Shalat Shubuh


Setiap pagi nya, para finalis diharuskan untuk melaksanakan salat tahajud berjamaah. Di hari pertama khususnya, panitia mengadakan Al-Quran placement test untuk mengetahui sejauh mana kemampuan para finalis dalam membaca Al-Quran. Para finalis juga di bekali dengan ilmu tajwid agar bacaan Al-Quran nya lebih baik. Selanjutnya para finalis juga di beri PR menghapal beberapa ayat Al-Quran untuk persiapan malam final nanti.












Saturday, 7 June 2014

Face Time Story (The Publication part 2)

Mount Royal student takes her hijab experience to Jakarta

“The hijab covers your head, not your brain.”
Wise words from Mount Royal’s Evawani Daud, third-year psychology student and recent contestant in World Muslimah 2013.
An international competition for Muslim women with a focus on the Islamic faith, World Muslimah is a component of theWorld Muslimah Foundation (WMF) an organization focused on enhancing global understanding of the role of Muslim women in their culture and society.
Evawani
Evawani Daud, MRU psychology student took third place in World Muslimah competition
Hosted in Jakarta annually since 2011, World Muslimah selects 20 Muslim women between the ages of 18 and 27 from across the globe who demonstrate a balance between the organization’s three tenets of smart, stylish and sholeha (pious).

The hijab experience

Immigrating with her family to Calgary from Aceh, Indonesia in 2007, Daud won the opportunity to return to her homeland to compete after submitting an essay on her experience wearing the hijab both in Indonesia and in her new home in Canada.

“When I started wearing hijab in grade six, it was largely out of obligation; Aceh was a city where it was pretty strict, and having a piece of cloth in public that covered my hair was something I did to be a good student and a good citizen,” says Daud. “When I moved to Canada, there were no rules about hijab and only a few Muslim girls in school wore it.”

Entering grade 11, Daud decided it was time to remove her hijab to help her fit in, but ultimately found it didn’t make her feel better about her identity.

“I realized the problem was not the hijab; it was me who was not proud of my identity as a Muslim,” she says. “When some Canadians think about Islam, they think about girls who are forced to stay home, that they are oppressed by wearing hijab … I wanted to show everyone that Islam is not like that – Muslim women are out there, contributing to society. It gives me an identity that I am proud of, as well as a sense of belonging.”

Stepping into the spotlight


Daud’s path to Jakarta didn’t start from the urgings of her family or community — it began on YouTube. Looking for tutorials on how to wear hijab in 2012, Daud stumbled across videos from the World Muslimah competition from that year.

After seeing an Indonesian woman win, Daud decided that she would join the competition. She submitted her essay and to her surprise was selected as one of the top 100 candidates. She was asked to submit a video documentary in July describing her social activities, achievements, and Koran scholarship, to be voted on via YouTube and Facebook, as well as by a panel of judges.

“To be honest, I'm not used to being in front of the camera – but I had a friend urge me to see it as a challenge and a new experience,” says Daud. “I had support from the campus’ Muslim Student Affiliation and a chance to show my volunteer work at SAMRU’s Peer Support Centre and Sustainability Centre.”

Daud was selected in the top 20 finalists and ultimately finished third in the completion, held in mid-September. She is now encouraging other Muslim women to participate, noting that there is no requirements in regard to height or body weight and that the experience alone is more than worth their while.

Beauty beyond appearance


While Daud did extremely well in the competition, she genuinely appreciates the opportunity to participate with a group of women whom she regards as sisters in a significant initiative for both her homeland and her faith.

“Since I moved to Canada, I've been looking for a place where I belong,” says Daud. “Returning to Indonesia and to be connected with a culture that I've been missing has helped me gain confidence in public and helped me assert my value in society.”

As with many women’s only competitions, World Muslimah is not without its critics – however, organizers assert that the competition is not a “pageant.” According to the WMF facebook site, the Muslim women’s organization (founded in 2011), aims to enhance understanding of Islam and promote essential skills. WMF aims to reduce poverty, focusing primarily on the core issues of education and women's empowerment and appreciation.

Evawani
World Muslimah 2013

The World Muslimah competition is held as a benefit relief of Muslim women in food crises, wars, conflicts and natural disasters.

Daud says she has a strong belief that all Muslim women should be highly educated.

“Because Islam encourages everyone to be a lifelong learner. I want to show the world the value of Muslim women, that they are not oppressed and limited by their culture and religion,” she says. “With nothing but our hands and faces showing, we must rely on our inner beauty to define our self-worth.”

 


Thursday, 29 May 2014

Public speaking: A Take Home Message

Di semester lalu (fall semester) ceritanya saya ngambil public speaking class karna saya pengen improve public speaking skill nihh. Hihi. Jujur saja saya bukan lah orang yang pandai berbicara, apa lagi harus berbicara di depan umum. Oh noooo. Rasa-rasa nya dunia seperti mau kiamat!

Kesan nya public speaking itu extreme gitu kan? Gimana kalau kita tiba-tiba lupa apa yang bakalan kita sampaikan? Gimana kalau kita sampai gemetaran di depan, bahkan sampai di tertawakan? Di tertawakan sih masih mending, karna itu tandanya audience kita nyimak apa yang sedang kita sampaikan. Tapi kalo audience nya nguap-nguap bahkan sampai ketiduran gara-gara mendengar speech kita? Oh noooo. Lagi-lagi dunia seperti mau kiamat!

Tapi tenang teman-teman, ada beberapa tips jitu yang telah saya terapkan yang mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang ingin sukses dalam public speaking.

Anyway, shall we start? :D

1. Why are you nervous?

Tanyakan pada diri kita, kenapa kita merasa khawatir?

Rasa khawatir dalam public speaking itu bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti: kurang nya persiapan, takut melakukan kesalahan, takut di tertawakan, takut penonton tidak akan tertarik terhadap apa yang hendak kita sampaikan, dll.

Oleh sebab itu, penting sekali untuk mengidentifikasikan alasan mengapa kita khawatir agar kita bisa mengatasi kecemasan yang berlebihan secepatnya.


2. Are you prepared?

Tanyakan pada diri kita, sudah siapkah kita? Apakah kita sudah me research topik yang hendak kita sampaikan? Apakah kita sudah latihan secara maksimal sebelum tampil?
Penting sekali untuk mempersiapkan diri agar kita lebih confidence saat tampil.


3.  Is it okay to be nervous?

Setelah mempersiapkan diri secara maksimal, tapi tetap saja kita merasa khawatir, apa boleh? Tentu saja, rasa khawatir yang masih normal itu wajar kok.

Ketika otak mendeskripsikan situasi berbahaya (public speaking misalnya), maka tubuh kita akan mengaktifkan flight and fight response untuk survival. Nah pertanyaan nya sekarang, teman-teman bakalan flight? atau fight?

Biasa nya ketika adrenaline saya sudah bekerja, saya bakal naik turun tangga niih. Hihi. Penting sekali untuk menyalurkan energi yang di sebabkan oleh rasa kekhawatiran. Naik turun tangga, salah satu nya, bisa meredakan adrenalin rush tersebut.


4. Nobody is perfect! Are you?

Penting sekali untuk menyadari bahwa manusia tidak ada yang sempurna.

Ketika melakukan kesalahan dalam public speaking (walau sudah berkali-kali latihan), maka jangan langsung marah bahkan sampai mencaci diri sendiri. Bukan kah sejauh ini kita sudah berusaha secara maksimal? Dan memang bukan kah ALLAH yang menentukan hasil nya?

Sebaiknya tanyakan pada diri sendiri, apa yang seharus nya saya lakukan agar presentasi kedepan nya lebih baik?


5. Keep calm and breath

Sebelum presentasi, sebaiknya kita melakukan deep breathing agar tubuh kita bisa lebih nyaman dan relax. 

6. Victory dance

Setelah presentasi, biasa nya saya selalu ke kamar mandi untuk melakukan victory dance sebagai reward bagi diri saya sendiri. Seperti apa victory dance itu? Mari tonton video berikut ini :D




Semoga bermanfaat! :)







Friday, 4 April 2014

Ma famille

I'm supposed to write a paragraph describing my family for my French class assignment.
These sentences are really basic. Who would have thought that learning French can be fun. Anyway, here we go :D



                                                            Ma Famille

Il y a six personnes dans ma famille. J’ai deux frères et une soeur. Nous sommes Indonesiens. Nous habitons à Calgary Mes parents aiment le Calgary parceque il fait froid. Au printemps, il est tres belle. Mais, j’aime mieux l’été. J’adore my famille. Mon père est de taille moyenne. Il a les yeux marron et les cheveaux noirs. Il est sincère, travailleur et idéaliste. Il n’est pas égoïste. Ma mère est très petite. Elle a les yeux noirs et les cheveaux noirs. Elle est enthousiaste. sensible et calme. Mon frère aîné est grand. Il a les cheveaux courts et noirs. Il a les yeux noirs. C’est un jeune homme égoïste, et paresseux. Il n’est pas sensible, sincère ou sympathique. Il n’aime pas les sports mais il aime la musique. Il joue de la guitare et du piano. Il porte un costume, une cravate, des chaussure et des chaussette ou travaille. Mon frère cadet est aussi grand. Il a les cheveux longs et châtains. Il a les yeux noirs. Il est drôle, dynamique et raisonable. Il est sportif. Il jou au basket ball et au tennis. La chambre de mes frère est en désordre. Leurs pantalons et leurs livres sont par terre. Ma soeur est très belle intelligente et gentille. Elle est très petite comme ma mère. Elle a les yeux marron. Elle a les cheveux noirs. Ma soeur aime danser, regarder de la télévision et écouter la radio. Elle aime porter des longues des robes, des chapeau et des sandales. La chambre de ma soeur  est en ordre. Mes frère ne sont pas étudiants. Ma soeur étudié la littérature à l'université de l'Indonésie.












Saturday, 22 February 2014

Tampil natural? Siapa takut! :D

Teman-teman (sisters khususnya) pernah gak berharap model-model di majalah-majalah remaja di foto secara alami? Make up minimalis, dan gak pake editan camera?

Well beberapa minggu yang lalu saya sempat shock pas ngeliat salah satu majalah yang lagi popular di sini, menampakkan wajah seorang model wanita dengan make-up yang minimalis dan tanpa editan camera! Wajah nya natural sekali, lengkap dengan freckle (bintik-bintik hitam) nya!




Yes, yes, she is Emma Watson! :D 

Bagi saya ini hal yang sangat AMAZING!

Fenomena seperti ini jarang saya temukan di majalah2 remaja yg lagi trend.
(Atau mungkin ada, cuma saya aja yg g tau? :D)
Seolah-olah foto tersebut berpesan, "Well, ini wajah asli saya, gak perlu editan camera untuk merasa cantik. Cukup dengan make up yang minimalis and that's enough because I just love the way I am".
*Seandainya foto bisa berbicara 

Trus lagi di salah satu film dokumenter "Killing us softly", Jean Kilbourne memaparkan bahwa media, seperti majalah misalnya, berpengaruh besar terhadap pembentukan self-esteem wanita. Low self-esteem and eating disorders are common among women. Banyak wanita yang terobsesi untuk bisa menurunkan berat badan. Beliau juga menambahkan bahwa 80% anak-anak kelas 4 SD di San Francisco sudah mulai khawatir dengan penampilan mereka.

Apakah issue sepert ini sudah mulai populer di Indonesia?


Dulu semasa SMP dan SMA, saya pribadi sering gak PD-an kalo jerawat udah mulai bersemi. Padahal masa pubertas emang identik dengan jerawat ya kan? Alhasil saya sempat mencoba produk ini-itu, berharap jerawat-jerawat saya punah. Eh, gak tau nya jerawat nya makin mekar. Hihihi.
Saat itu saya tidak menyangka bahwa media benar-benar sangat powerful dalam mempengaruhi cara pandang seseorang, let alone to affect people's self-esteem!

Dan hal ini membuat saya bertanya-tanya, kenapa kita malu menampakkan jerawat/bintik hitam? Kenapa kita sering gak PD-an untuk tampil natural? Siapa bilang natural itu gak cantik? Siapa yang berhak mendefinisikan makna cantik? Media kah? Atau diri kita sendiri?


Kalau Emma bisa dengan bangga menampakkan freckle nya, saya juga bisa dengan bangga menampakkan jerawat saya! Hihihi.





I'm just beautiful me :D 

Bagaimana dengan teman-teman semua?  



Monday, 13 January 2014

Public Speaking: DON'T PANIC

Assalamualaikum guys . . .
Well, I have not written on my blog since new year's eve. To be honest, I've been busy with university life. Duh! :D

So what's going on with my life now?

Well, I'm taking four courses this semester! Kinda busy! I'm also taking public speaking and French class. This is really out of my comfort zone! Well, that's the point! I want to get out of my comfort zone, to challenge and scare myself a little bit. Hihihi.

Tomorrow is our first Introduction speech, kinda nervous. But all I can promise is I'll try my best and leave the result to ALLAH. This is my new mantra by the way.

Our first task is to interview a classmate and we are required to introduce him or her to the class. So, I got to interview this person whom I should't mention the name of. An interesting fact about him: he is wearing a hat with pins all over it. I thought it's kind of unique of him.

And guess what? His hat has saved my life!

So what happened was, I had been so nervous because I thought we had to present on Thursday. I came to class and I sat down. He was sitting right in front of me and he was wearing this hat. I looked straight to his hat and one of the pins say: DON’T PANIC. I feel as if he was telling me that. So I calmed down. I was thinking maybe I should come up to him later and thank him. 

I was lucky though because I was actually paired up with him. So I got a chance to ask him what’s the story behind his hat. He loves to design, and the pins are his designs. He also loves to design costume to entertain people.

Another interesting facts about him is that, he has 6 pets. One of them is snake! He told me that snake isn't hard to take care of. Most people have wrong assumption about snake. I forgot what kind of snake he has. I'll ask him again. Hihihi.

Anyway I have to present about him tomorrow to class. Wish me luck guys :D











Wednesday, 1 January 2014

Hey there 2014! :D

Banyak dari teman-teman saya yang menuliskan new year's resolution di tahun baru ini. Mereka menuliskan life goals dan harapan-harapan ke depan yang menurut saya hal yang cukup positive dan memotivasi. Jujur saja, saya pun ingin melakukan hal yang sama. Hanya saja ada sedikit kendala, banyak hal di tahun-tahun sebelumnya yang masih belum tercapai. Jadi resolusi 2014 bisa langsung di check di kategori new year 2013, tentu nya dengan sedikit improvisasi.

Apa yang sebenarnya saya harapkan di tahun 2014 ini?

Banyak hal tentu nya! Saya ingin ini, ingin itu. Ingin bisa seperti ini dan seperti itu. Ingin travel kesini dan kesitu. Pokok nya banyak mau nya deh! Hihihi. Tapi hal yang paling saya inginkan di tahun 2014 nanti nya adalah bisa lebih bersyukur, bisa lebih bersabar dan bisa lebih ridha dengan ketetapan ALLAH! Karna saya melihat diri saya di 2013 bahkan di tahun-tahun sebelumnya, begitu banyak mau nya sampai lupa berterimakasih pada sang Khalik akan nikmat-nikmat yang telah Ia berikan. Tidak cukup bersabar ketika keinginan saya tidak langsung Ia penuhi, dan tidak cukup ridha ketika keinginan-keinginan tersebut Ia ganti. Jadi postingan kali ini lebih tepat di sebut muhasabah diri di banding resolusi :D

Saya juga ingin memperbaiki bacaan Al-Quran saya yang masih amburadul. Keinginan terbesar saya adalah bisa menghapal Al-Quran. Man jadda wajadda. Siapa yang bersungguh-sungguh, ia pasti bisa kan?
Saya akan mulai menghapal juz 30, yang mudah-mudah saja dulu. Hihihi

Dan ada satu hal lagi yang sangat-sangat saya harapkan untuk bisa tercapai, karna saya merasa hal inilah yang menjadi penghambat untuk mencapai keinginan-keinginan saya yang lain. Tapi tentu nya saya ingin tetap ridha di atas segalanya. Jadi ketika sudah berusaha dengan maksimal, tapi tetap tidak tercapai juga, saya ingin bisa ridha atas keputusan Nya.

Mohon doa nya ya teman-teman. Semoga saya menjadi pribadi yang lebih baik dari saya yang kemarin. Saya tidak berjanji untuk tidak berbuat salah, saya hanya bisa memastikan bahwa saya akan terus belajar dari kesalahan-kesalahan saya.

Anyway, welcome 2014! ;)









Monday, 30 December 2013

Banff, Calgary AB

Saya suka sekali melihat danau-danau yang membeku, rasa nya subhanallah sekali. ALLAH, Tuhan ku, Tuhan semesta alam benar-benar perkasa. Tidak ada yang yang tidak mungkin bagi ALLAH!

Kalau lagi jalan ke Banff, melewati danau-danau, pasti minta berhenti dulu berfoto-foto. Hihihi.




Nah kalau yang ini sungai dan air terjun yang juga mulai membeku. Saya lupa nama sungai nya apa. Hehehe. Sungai ini terletak di Banff national park. It's a must visit place!


Destinasi berikut nya adalah kota Banff. Di sini banyak sekali di jual pernak pernik khas suku Indian (penduduk asli Canada). Walau di musim dingin seperti ini, ternyata banyak juga turis, baik asing maupun lokal yang berjalan-jalan di kota Banff.


Anyway, I had great times! Masih ada seminggu lagi waktu untuk berleha-leha, sebelum winter semester starts and of course another battle begins! :D





Thursday, 26 December 2013

Sudahkah anda bersyukur hari ini?

Guess what guys?

Bukan hanya dalam olahraga sepak bola, untuk bisa mahir dalam bersyukur pun butuh practise! Seperti kata pepatah, practise makes it perfect! Sama dengan jenis organ tubuh lainnya, otak/fikiran jg perlu di train untuk bisa menjalankan fungsi secara maksimal. Ketika fikiran-fikiran negative masuk, maka halaulah segera dengan fikiran-fikiran positive. Salah satu cara nya yaitu dengan bersyukur.

Contoh saja, seorang mahasiswa/i tingkat akhir (terutama yang belum tamat-tamat :D) masih bisa bersyukur. Bersyukur karna ALLAH masih memberi kesempatan untuk bisa menempuh pendidikan sampai sejauh ini. Yang tidak kuliah pun masih bisa bersyukur akan hal lain. Mungkin sampai detik ini anda masih mepunyai keluarga yang mencintai anda, dan ALLAH masih memberi anda kesehatan baik secara mental maupun fisik. 

Inti nya, cobalah untuk selalu men-train diri dan fikiran kita untuk mencari hal-hal yang bisa di syukuri karna sesungguhnya bersyukur itu untuk kebaikan diri kita sendiri.

“Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Luqman:12)

Wajib bagi kita untuk bersyukur agar bisa melihat betapa besar karunia yang telah ALLAH berikan. Akan tetapi, karna hal-hal yang tidak berjalan sesuai kehendak, kita jadi down bahkan sampai putus asa.

Ketika sudah bersyukur, lantas apakah kita akan berhenti berusaha?

Seorang mahasiswa/i tingkat akhir yang belum tamat di wajibkan untuk terus berusaha agar ia bisa menyelesaikan pendidikan nya. Jangan lupa pula pada saat yang bersamaan tetap tawakkal, menyerahkan hasil sepenuhnya pada ALLAH.

Sekali lagi, no offense buat pemain sepak bola dan mahasiwa/i tingkat akhir. Maaf saya sama sekali tidak bermaksud menyudutkan pihak-pihak terntentu. Hanya saja, saya memilih contoh ini biar bisa lebih spesifik dengan point yang hendak saya sampaikan.

Anyway, semoga bermanfaat guys! Comments and concerns are welcome! ;)









Wednesday, 25 December 2013

The Publication

Pas udah di umumin kalo ternyata saya masuk TOP 20, rasa nya senang banget. Hehehe. Gak nyangka aja gitu. Ternyata usaha saya selama ini gak sia-sia. ALLAH memang Maha mendengar doa hamba-hamba Nya.
Beberapa hari kemudian, saya di interview sama media lokal. Pagi nya, seorang teman saya nge-tag sebuah foto di Facebook. Pas di buka, saya terkejut. Ternyata hasil interview kemaren siang udah di muat di koran Aceh. Foto nya gede sekalii, di halaman pertama pula. OMG! Hahaha.
Udah gitu, langsung aja saya ngambil motor di garasi, tancap gas ke kiosk terdekat. Pas nyampe, langsung saya samperin bapak penjual koran.
"Pak pak, beli koran yang punya hari ini dong" kata saya gak sabaran.
Bapak penjual koran heran banget ngeliat tingkah saya.
"Ini dek koran nya" kata si bapak.
"Ini pak uang nya".
Saya tertawa geli pas ngebaca berita di halaman pertama.
"Kenapa dek?" tanya si bapak.
"Gak ada pak" jawab saya singkat.
Udah gitu si bapak ngambil koran juga, ngebaca halaman pertama.
"Eh ini mirip sama kamu. Jangan-jangan ini memang kamu ya?" tanya si bapak penasaran.
"Hehe. Emang mirip ya pak?" jawab saya mencoba bercanda.
"Iya ini kamu. Jadi sekarang kamu kuliah di Canada?"
"Iya pak. Oh ya pak, saya harus buru-buru pulang. Pamit dulu ya pak. Assalamualaikum"
"Oh iya iya. Saya doakan moga kamu sukses di ajang ini. Waalaikumsalam"
Baik sekali bapak ini mau doain saya. Tapi saya harus buru-buru karna pengen nunjukin koran nya ke orang tua dan adik-adik saya.




Pas nyampe rumah, langsung nunjukkin koran nya ke mama dan adik-adik saya. Mereka tertawa geli. Hehehe. Bangga banget kaya nya ngelihat saya masuk koran. Jadi artis lokal euuuyy :D hihihi

Kebetulan beberapa newspaper lokal di Aceh buat follow-up, muat berita tentang proses karantina selama di Jakarta dan Bandung. Saya tetap contact mereka, ceritain gimana perjalanan saya.






Kisah Dara Aceh Evawani Efliza di World Muslimah 2013

evawani-eflizaSetelah berhasil lolos menjadi 20 besar World Muslimah 2013, Evawani Efliza dara asal Aceh yang saat ini masih mengikuti masa karantina hingga 17 September mendatang di Subang, Bandung berbagi kisahnya bersama @iloveaceh.
Dara yang akrab disapa Eva ini mengaku bersyukur bisa masuk dalam 20 besar finalis dan bertemu dengan sejumlah peserta lainnya dari berbagai negara, dan mereka pun diperkenalkan kepada publik dalam sebuah acara press conference oleh panitia World Muslimah Foundation (MWF) beberapa waktu lalu di FX Mall, Jakarta.
“Ini merupakan acara untuk mengenalkan para finalis World Muslimah kepada publick (public expose),” sebut mahasiswi Psikologi di Universitas Mount Royal Calgary, Kanada tersebut.
Selama masa karantina Eva juga menyebutkan aktivitas sehari-hari para finalis sangat berkesan, mulai dari pagi hingga malam digembleng dengan sejumlah kegiatan positif.
“Setelah melakukan press conference di Jakarta, sorenya para finalis langsung diberangkat ke Bandung untuk menjalani proses karantina di sana. Kami menghabiskan waktu tiga hari di sana. Setiap paginya kami diharuskan bangun malam pukul 3.30 WIB untuk melaksanakan shalat tahajud berjamaah. Kemudian dilanjutkan dengan shalat shubuh lalu aktivitas-aktivitas lainnya pun mengikuti,” cerita Eva yang saat ini masuk sebagai nominasi 5 besar leader pengajian Alquran, yang akan mengawali opening caremony Malam Grand Final nanti, Rabu (18/9) malam di Balai Sarbini, Jakarta.
Eva juga menambahkan, yang membuat terkagum dengan 3rd Annual Award of World Muslimah tahun ini adalah inspirasi dari founder dan CEO World Muslimah, Ms. Eka Shanty. “Beliau terus mengingatkan kepada para finalis, jika ingin terkenal, maka bukan di sini tempatnya. Ajang ini lebih berfokus pada perbaikan karakter, menambah pengetahuan tentang Islam”, sebutnya.
Lebih lanjut Eva juga senang bisa berinteraksi dengan sesama finalis yang betul-betul bisa merasakan akrabnya persaudaraan. “Selama masa karantina diantara sesama finalis tidak ada yang namanya jealousy dan cat fighting (pertengkaran dua orang wanita, red). Disini saya benar-benar terasa persaudaraannya,” jelasnya.
Jangan lupa untuk dukung Evawani Efliza di World Muslimah 2013 sebagai terfavorit, bisa klik disini, lalu vote dua kali sampai keluar kata sukses. (ed)
Untuk info selanjutnya bisa di klik di sini:  I love Aceh







Sunday, 22 December 2013

Fun times skating!

Saturday afternoon, my brother, cousin and I went for ice skating. It was at the university of Calgary. The event was organized by muslim sisters. The cost was not that expensive either, 10 dollars per each person! This much also covers the equipment. I thought it was really cool. Thanks to the sisters who organized it! Well done guys!

This is my first time going for ice skating! Lol. I don't know how to skate. As you can see, I still need something to hold on to! :D




When I first stepped on the ice, I thought I was gonna fall down. Lol. It was really slippery. To be honest, skating isn't easy. You have to really learn the trick until you master it! I was able to walk, but not that fast. I had good time laughing at myself, and my cousin! Lol. Hopefully, there will second time to skate for us. Anywaaay, happy holiday guys! :D










Friday, 13 December 2013

Ustad Nouman Ali Khan - "Gratitude: A Way of Life"




A friend of mine sent me the link to this video! This has been one of my favourite lecture ever since! A must watch video for you guys! ;)







Tuesday, 10 December 2013

Last day of class!

Haaaloooo semuaa , udah lamaa gak ngepost tentang uni life! Belakangan ini sibuk catching up! Udah sibuk sama assignments, presentasi, wah banyak dehh pokok nyaa *sok sibuk gitu :D

Nah post kali ini spesial! It's last day of class! Sebelom final! Finaly, fall semester's coming to an end! Yiay! Hahaha. Nah biasa nya saya sering nge-reward diri saya kalo ada moment-moment spesial. Yah biasa nya sih reward nya makanan. Saya paling suka tuu nyobain makanan dan minuman yang berbeda-beda. Soal nya pengen jadi cheff juga nii :D




Naaah ini dia Shrimp Pad-Thai! Ini salah satu makanan favorit saya. It's basically fried noodles with shrimps and eggs! Yummy deh pokok nya. Wajib di coba :D haha

Nah kotak nya ini unik syekaliii. Bisa di recycle juga, dan warna nya ijo pula! Pokok nya green living banget daah! :D

Anywaaay, di luar dingin sekaliiii. It's snowing guys!




Harus bangun pagi-pagi kuliaah, oh nooo! Pengen nya kan tidur sampe siang. Hihihi. Tapi harus tetap semangat yaa! Gak boleh nyerah! You can do it Eva! :D















Monday, 25 November 2013

Beauty 101

Foundation

Butylated hydroxytoluene (BHT)
Known human immune toxicant or allergenEuropean Food Safety Authority
Human skin toxicant or allergen - strong evidence

- Health Issue: it has been linked to cancer
- Harmful to the environment
- Ranked 6 (Moderate hazard)
- Cover girl foundation is ranked as highly toxic on the Cosmetics Database
(Contain: parabens, propylene glycol, aluminum hydroxide, and synthetic fragrance)

Organic foundation, is there?!

- Zuii foundations: www.zuiiorganic.com

  • Nourishes the face rather than simply covering up
  • Free of preservatives, talc, parabens, or other synthetics

- Sante Fluid Foundation and Powder Compact Foundation: www.avea.co.uk/sante.html

- ZuZu Luxe Dual Powder Foundation: www.gabrielcosmeticsinc.com



Lipstick

Conventional lipstick?

- 61 % contained lead (none is included in the package!)
- Lead causes learning disabilities and behavioural problems
- Aluminum for colour pigments
- Mercury for preservative
Other ingredients: parabens (hormone-disrupting preservatives), FD&C dyes (neurotoxins derived from coal tar, and linked to allergies)

Eco-friendly lipsticks:
(Website)


  • Green Beaver Lip Shimmers: www.greenbeaver.com
  • Dr. Hauschka lipsticks: www.drhauschka.com
  • Lavera lipsticks: www.lavera.com
  • ZuZu Luxe Lipstics: www.gabrielcosmeticsinc.com
  • 100% Pure lipstics: www.100percentpure.com

Here are some ingredients to watch out for:

Petrochemicals/ polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) :

- Health issue: carcinogens
- Often used in shampoos, conditioners, baby powder, baby moisturizers, lip balm, lip gloss and perfume





Phthalates: 

- Health Issue: Disrupt endocrine system. It can result in birth defects and breast cancer
- Found in hair products, deodorants, body lotions, perfume and nail polish
- Not often listed!
- Avoid products with the ingredients fragrance, perfume, parfum.



Source: 
Book Title: There's Lead in Your Lipstick
Author: Gillian Deacon