Tuesday, 14 August 2012

Proses Adaptasi

Saya kira sekembali saya dari Aceh, saya bakal dengan mudah nya beradaptasi. Oh nooo. Ternyata proses perjuangan saya masih panjang.
Dalam sebuah interview di radio lokal di Banda Aceh, saya mengatakan kalo proses adaptasi saya di Canada sudah mencapai 70%. Eh eh, ternyata salah. Saya baru lah pada posisi 30% ato malah lebih rendah dari itu. Saya masih merasakan "homesick" walo sudah hampir 5 tahun saya berada di negara ini. Hmm. Perjuangan saya masi panjang teman-teman. Mohon doa nya yaa :D


Emmppaatt tahun loo kak . . .


Teringat kembali percakapan ku dengan seorang adek letting; anak kedokteran, suatu siang di tempat les bahasa Inggris.

Si adek, “Kakak udah empat tahun di sana tapi belom lancar bahasa inggris?! Eemmppat tahun loo kak”.
“Iya dek empat taon. Tapi kakak waktu itu bukan kakak yang sebenarnya dek. Kakak bisa di bilang gak normal.” Jawabku mencoba bercanda.
“Kok bisa gak normal kak?” Tanya nya serius.
“Waktu itu kakak mengalami cultural-shock dan masi homesick juga dek, jadi selama itu kakak bisa di bilang masi sangat-sangat susah untuk beradaptasi”
Emmppaatt tahun lo kakak di sana!”
Aduh dek, kenapa cara ngucapin empat nya kok tebal kali.
“Iya dek, empat taon. Sebenarnya emmppaatt tahun dua bulan malah”. Jawabku mencoba meniru pengucapan angka empat nya.
“Saya aja kak waktu kemaren itu ke Jepang dan memang disana kami kalo ngobrol pake bahasa Inggris sama orang Jepang. Dan pronunciation nya, tau la orang Jepang gimana, hancur kali kak karna accent nya itu. Tapi dari situ bahasa Inggris saya improve kak. Kakak di sana seharusnya udah lancar bahasa Inggris. Kan di sana native speaker semua”
“Iya dek, seharusnya emang gitu”. Jawabku pasrah.
“Emang ngapain aja selama empat tahun kak?!”
Wadoowh, si adek maksa. Kerja kakak ngurung diri di kamar selama ini dek. Gak keluar-keluar rumah. Bersemedi selama empat tahun. Ho ho.
“Susah dek di sana, gak gampang lo. Nyari kawan aja susah nya minta ampun”
“Jadi kakak sampe sekarang belom ada kawan?!”
Aduh aduh adek. Apa salah dan dosaku?! Kenapa kok aku di interogasi gini ya?! Dek, kamu calon dokter bukan calon reporter. Salah jurusan kamu dek.
“Ada dek, tapi rata-rata immigrant semua. Pendatang gitu, yang bahasa Inggris nya masi pas-pasan”
“Jeh, bukan nya bulek di sana rame kak?! Jadi tinggal di tarek aja satu teros di jadiin kawan?!”
Waah, parah ni si adek. Ngotot euuy.
“Gak semudah itu dek. Kehidupan nya beda kali. Susah untuk bisa masuk dan menyesuaikan diri dengan kehidupan mereka”
“Menyeseuaikan diri gimana kak? Kan kakak gak mesti ngikut gaya hidup mereka kak. Kakak berteman sama mereka tapi tetap jadi diri kakak. Intinya tetap berpegang teguh pada identitas kakak tapi pada saat yang bersamaan menyesuaikan diri.”
Anak kedokteran. Hmm.
“Nanti la ya dek. Pas kakak balek kesana, kakak improve bahasa Inggris kakak teros kakak juga bakal cari kawan bulek sebanyak-banyak nya. How’s that?!” Jawabku semangat.

Dan kelas pun di mulai, percakapan pun harus di akhiri. . .


Dua minggu kemudian saat aku sudah di Canada.

Kalo di pikir-pikir si adek ada benar nya juga. Pertanyaan-pertanyaan nya seperti membuka mata ku. Emmppaatt tahuun loo kak. Teringat lagi cara pengucapan angka empat nya yang memang sedikit di tebalkan.
Iya dek, kamu benar. Empat tahun itu bukan waktu yang singkat. Kalau kamu tanya, selama ini kakak ngapain aja selama empat tahun, kamu lagi-lagi benar. Empat tahun hanya memikirkan segala masalah dan kesedihan tanpa berbuat sesuatu terhadapnya. Empat tahun tanpa ada perubahan apa-apa. Empat tahun bahasa Inggris nya masi gini-gini aja walo tinggal di negeri yang bahasa utama nya menggunakan bahasa Inggris, rasanya rugi sekali!

Aduh-aduh adek, saya harus melakukan perubahan! Terimakasih telah membuka mata saya. Dan, sampai jumpa emmppaatt tahun kemudian ya dek. Insya ALLAH. Semoga bahasa Inggris kakak makin lancar dan banyak teman-teman bulek nya juga. *Kalau mau, nanti kakak kasi satu bijik bulek untuk adek :D


Friday, 27 July 2012

ALLAH mengetahui, sedang kita tidak

Seperti yang kita ketahui, dunia ini adalah panggung sandiwara dan kita(manusia) sedang memainkan peran-peran dalam kehidupan kita masing-masing.

Nah, jika anda sedang memainkan peran sebagai seorang anak manusia yang sedang bertempat tinggal jauh dari kampung halaman dan tidak bisa pulkam (apalagi di bulan Ramadhan dan harus berpuasa kurang lebih 18 jam), maka jangan lah galau. Karna boleh jadi kita membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kita. Dan boleh jadi pula kita menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagi kita. ALLAH mengetahui, sedang kita tidak.


Saturday, 14 July 2012

Bismillah


Aneh, saya malah banyak belajar tentang Islam selama tinggal di sini. Padahal negara ini mayoritas penduduk nya bukan muslim. Pertemuan demi pertemuan saya dengan non-muslim, juga pertanyaan demi pertanyaan yang mereka ajukan pada saya membuat saya semakin tertarik dengan Islam, padahal saya sudah Islam sejak lahir!
Kali ini saya ingin mendalami agama Islam bukan karna saya terlahir sebagai muslim, atau juga menyandang predikat "Muslim KTP", saya ingin menjadikan agama ini agama pilihan.  Atas dasar akal dan hati nurani yang sehat. Bismillah.



Tuesday, 10 July 2012

Puisi


Ketika doa mu belum juga terjawab, 
kau di suruh Nya bersabar,
tapi kau tak mendengar,
lalu kau marah dan berkata,
"Aku lelah meminta padaMu!"

"Sesungguhnya, tiada berputus asa dari rahmat ALLAH kecuali orang-orang kafir" (QS Yusuf : 87)

Ketika keinginan mu tak terpenuhi,
Dia berkata bahwa itu bukan hal yang terbaik bagimu,
kau tak menghiraukanNya,
lagi-lagi kau marah dan mencerca,
"Kau berdusta!"

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu" (QS Al-Baqarah : 216)
..."Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (QS Al-Baqarah : 137)

"Dan, kamu menyangka kepada ALLAH dengan bermacam-macam prasangka. Di situlah di uji orang-orang mukmin dan digoncangkan hatinya dengan goncangan yang sangat" (QS Al-Ahzab: 10-11)

Ketika masalah hidup mu tak kunjung reda,
Dia menjelaskan bahwa akan ada kemudahan bersama kesusahan,
Dan akan ada kemudahan setelah kesusahan,
dengan angkuhnya kau menjawab,
"Aku tak butuh diriMu!"

"Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan" (QS Al-Insyirah : 5)
"ALLAH kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan" (QS Ath-Thalaq : 7)


"Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali, tidak dapat di kalahkan" (QS Al-Waaqi'ah : 60 )