Showing posts with label Facebook Status. Show all posts
Showing posts with label Facebook Status. Show all posts

Wednesday, 26 June 2013

Words of the day

Don't be too confident when someone tells you they love you. The real question is, "until when?". Because just like seasons, people change and so do feelings - Unknown

(Jangan terlalu percaya diri ketika seseorang mengatakan dia mencintaimu. Pertanyaan sebenarnya adalah, "sampai kapan?". Karna sama halnya dgn musim, manusia berubah begitu juga dgn perasaan)



Tuesday, 16 April 2013

Tunggulah sampai ia mempersilakan mu . . .

Ketika seseorang membukakan pintu rumahnya, bukan berarti kamu bisa seenaknya masuk, langsung duduk dan langsung minum/makan atas apa2 yg telah ia sediakan. Tunggulah sampai ia mempersilakan nya.

Ketika seseorang membukakan pintu rumahnya, bukan berarti kamu bisa seenaknya mengkritik rumahnya. Mengatakan kalau rumahnya tidak bersih, kurang menyenangkan, tidak layak untuk di datangi tamu. Dan sebagainya

Apa lagi jika kamu hanya seorang tamu yang baru di undang kerumah nya beberapa kali. Beda halnya kalo kamu sudah menjadi sahabat nya sejak dulu, maka mungkin kamu akan bisa lebih santai di rumahnya.

Sama halnya,

Ketika seseorang telah membuka pintu, memberi mu izin untuk masuk agar kamu lbih mengenal dirinya, bukan berarti kamu bisa seenaknya mengkritiknya. Mengatakan kalo ia seperti ini dan seperti itu. Apalagi kalo kamu tidak benar-benar tau tentang dirinya dan apa yang telah di alaminya.

Tentu saja kamu punya pendapat tentang dirinya, dan bisa saja pendapat mu benar. Hanya saja, cara penyampaian dan waktu itu sangat penting. Tunggulah sampai ia mempersilakan mu. Jadilah teman baiknya terlebih dahulu, karna dengan begitu, ia akan lbih mudah mendengarkan mu.


Sunday, 3 February 2013

An analogy

Analogi nya mgkn seperti ini.

Misalnya kita kena penyakit kanker (naudzubillah, ini cuma misalnya). Trus kita ke dokter spesialist kanker. Dan mmg benar2 ahli, bahkan seluruh dunia mengakui.
Nah, di rumah sakit, dokter bakal nyuntik, atau kita bahkan sampai di operasi. Dan dokter itu bilang, apapun yg saya lakukan adalah demi kebaikan kamu.

Kita g benar2 ngerti prosedur pengobatannya. Kenapa kita harus di suntik, atau di kasih obat ini itu. Kita bisa nanya, apa kandungan dari obat2an tsb, tapi tetap saja kita gak benar2 ngerti. Karna kalo benar2 ngerti, kita yg bakal jdi pak/buk dokter nya :D
Inti nya, ada kepercayaan bahwa dokter ini bakal berusaha utk nyembuhin kita. Dan kita yakin sekali kalo dokter hanya melakukan ini semua demi kebaikan kita.

Kembali ke analogi di atas. Seolah2 ada rasa percaya bahwa dokter menyuruh/melarang sesuatu karna hal tersebut baik bagi kita. Walaupun terkadang, cara nya harus dgn di suntik atau dgn menelan pil2 yg tidak kita ketahui isi nya apa.

Sama halnya dgn ALLAH. Kita g benar2 ngerti cara kerja ALLAH karna mmg ilmu ALLAH sangatlah luas. Dan ALLAH menyuruh/melarang sesuatu karna Ia tau hal tsb yg baik bagi kita. Walau terkadang kita harus merasakan sakit. (Misalnya meninggalkan orang yg paling kita cintai).
***Sama seperti dokter yg harus menyuntik atau bahkan sampai mengoperasi utk menyembuhkan penyakit kita.

Mmg ALLAH tidak bisa di samakan dgn dokter manapun. Hanya saja, ini sbuah analogy. Semoga bisa membantu :)

My deepest admiration :)

Saya sangat-sangat salut pada teman-teman saya yang "berani" memilih jalan utk tidak pacaran demi hubungan yg lbih di ridhai oleh ALLAH SWT (baca: pernikahan).
Sama seperti di status saya sebelumnya, hal yg terberat menurut saya memanglah "melepaskan" hubungan yg sudah lama terjalin.

Akan tetapi, menurut saya, kata melepaskan kurang tepat. Yg sebenarnya, kita bukanlah melepaskan orang yg benar2 kita cintai, kita hanya "menyerahkan" mereka pada ALLAH.
Jika mmg seseorang tsb baik bagi kita, maka akan ALLAH kembalikan. Jika tidak, maka akan ALLAH ganti dgn yg lbih baik, di dunia atau bahkan di surga nanti. Kita hanya butuh meyakini, bahwa ALLAH hanya akan memberi yg terbaik bagi kita.

Ada sebuah argument dari seorang sahabat.
"Memang jodoh di tangan tuhan , tapi setiap sikap ,setiap langkah, kita yang menentukan. Setiap sikap dan langkah itulah yang menuntun kita kepda jodoh kita."

Mmg kita harus berikhitar, tapi bukankah dgn "menyerahkan" pada ALLAH sepenuhnya, juga merupakan bentuk dari ikhtiar kita?! Bukankah dgn tdak pacaran merupakan "sikap dan langkah" yg kita ambil yg jg akan menuntun kita kpada jodoh kita?!
Dan kalo sudah siap, kita juga bisa mengambil "sikap dan langkah" yaitu dgn cara lsg melamar dan menikahi org yg kita cintai tsb.

Tentu saja, saya tdak mencoba menghakimi siapa2. Saya hanya mencoba utk menyampaikan walau hanya satu ayat. Dan saya sendiri masih sangat jauh dari kesempurnaan. Jika ada yg salah, mohon di koreksi. Wasalam :)


Monday, 24 December 2012

Teman baikku

Rasanya mau nangis setelah baca pesan teman baik saya dari SMP dulu :(
Dia sudah mulai salat 5 waktu, bahkan mengusahakan tahajud. Dia juga memutuskan untuk ga pacaran lagi. Dia pengen bisa berjodoh dgn seseorang tanpa memilih jalan pacaran.
Dan katanya, sudah ada seseorang yg ingin langsung melamar dan menikahinya, sekali lagi dengan tidak berpacaran! ALLAH Maha Mendengar teman! Yang terbaik itu memang lah jalanNya.


Pertanyaan nya sekarang, yakin kah kita bahwa ALLAH tau yang terbaik bagi kita?!
Cuma kita masing-masing yg punya jawabannya.

***Saya share karna saya kagum pada langkah yg di ambil oleh teman baik saya ini. Insya ALLAH, step by step teman, mari kita terus memperbaiki diri ;)



Happy holiday!

Tadi siang, hal yg sangat unik dan mengesankan terjadi pada saya saat saya bekerja (saya adalah seorang cashier di sebuah retail store). Seorang customer pria yg mungkin berusia 30 atau 35 tahun ke atas, langsung mengucapkan selamat natal pada saya setelah usai nya transaksi. Saya hanya diam dan tak menjawab ucapannya. Ia pun mulai melangkah ke arah pintu keluar. Sebelum sempat membuka pintu, ia menoleh lagi ke arah saya, lalu berteriak, "happy holiday!". Langsung saja, dengan tersenyum lebar saya balas, happy holiday. Dia pun tersenyum dan mengangguk-angguk. Entah apa yg dalam fikiran nya. Mungkin dia akhirnya mengerti kenapa saya diam tadinya. Wallahua'alam. Yg jelas, dalam hati saya senyam-senyum sendiri saking senang nya. Hmm, ternyata bisa juga ya mempertahankan keyakinan saya di negeri ini.
***Tidak ada yg mudah, kecuali apa yg ALLAH permudahkan ;)